01 July 2010

Aku kepadamu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sapardi Djoko Damono)

ouh God mang dalem tuh kata-kata, keren ya bapak yang satu ini,

07 June 2009

Satoe band

dari tadi mencari profil Band yang satu ini, Satoe Band, gak ketemu2, begitu gw sangat menyukai lagu2 nya, lirik2nya, kenangan2nya...tapi sumpah, gw belum prnah liat gimana bentuk orang2 Satoe Band, ada yang tau? terasa kembali ke jaman2 SMA kl denger lgu ini, Satoe Band, dimana kh kalian kini...Band yang gak begitu terkenal tapi menurut gw punya materi lagu yang Sangat Bagus, salah satu nya :





Pasangan jiwa - Satoe Band
berjuta langkah, bentangkan jarak..
terangkaikan kata-kata merindu
bisikan angin bawa berjuta duka
hembuskan nada lagu asmara

*
debu-debu halangi bayangan kau
yang samar-samar melambai
ucapkan namaku disetiap doa
lintasi waktu yang kian berlalu

mimpi-mimpiku selalu bersamamu
temani waktu berlalu
hingga sang waktu bawa kau kembali
temani aku dan takkan ku lepas lagi...

kau yang dicipta dan tercipta untukku
pasangan jiwa dua dunia
cerita tentang dua bintang terpisah
yang tetap indah dan bercahaya

22 May 2009

...mengagumimu...

                                             by : el rumi

aku tak perduli...
terlihat bodoh karna mengagumi
menunggu dan menunggu..
karna yang ku tau aku menyukaimu...

aku bisa saja
nyatakan smua dan bercinta
celakanya yang ku punya dan kau mau itu tak sama...

reff:
kau alasan pusat duniaku berputar....
aku bahagia sperti ini...
pun hanya melihatmu saja...
yang penting ku mengagumimu....
nananananannaa........


(terinspirasi dari cerita sahabat sejati gw.)

06 April 2009

Aku Dan Sang Waktu...


BAB1. Perjalanan Panjang


Aku Fredi Nasution, biasa temen-temen memanggilku Fredi, seorang mahasiswa teknik informatika UGM semester akhir, untuk anak seumuranku, perawakanku cukup tampan dengan mata agak sipit berkaca mata dengan frame hitam, berbadan tegap dan memiliki tubuh yang ideal untuk menjadi atlet bola basket.Tapi kenyataan nya dikeseharian aku gak banyak macem-macem, hobiku hanya baca dan berlama-lama di perpustakaan atau sekedar browsing internet selama berjam-jam. Aku berasal dari medan sumatera utara, dengan kacamata bingkai hitam itu mungkin kata pertama kali yang keluar dari mulut kalian semua pasti adalah cupu. Alhasil untuk masalah cinta, kayaknya bakal jauh dari kehidupanku.
Sejak kecil aku memang biasa pendiem, sibuk dengan dunia ku sendiri, atau kata orang agak sedikit autis. Aku lebih suka berdiam dikamar sendiri, ketimbang bergaul dengan orang-orang. Dan aku adalah seorang anak yatim piatu, kedua ayah dan ibuku meninggal ketika ku masih kecil, mungkin sejak itulah aku menjadi orang yang seperti ini.
Tanggal 26 september 1997 dimana umur ku kala itu baru 11 tahun, aku bersama keluarga menaiki pesawat Garuda Indonesia menuju medan dari jakarta, mama menggendong adikku yang baru berumur 8 bulan, dan papa kala itu sibuk dengan pekerjaan nya, soalnya dari tadi dia hanya menulis-nulis sesuatu dengan memasang muka serius diagendanya, aku berusaha untuk bersikap tenang dan gak mau merepotkan kedua nya, mungkin itulah terakhir kali nya aku melihat wajah mereka. Didalam pesawat yang berpenumpang 223 orang ini orang-orang bersikap seperti tidak kan terjadi apa-apa, cuaca langit dimedan kala itu diselimuti asap tebal hasil dari kebakaran hutan, jam ditangan papa menunjukan pukul 1 siang lewat 27 menit waktu setempat, aku tetep diam di tempat duduk ku didekat jendela pesawat melihat tebalnya asap diluar sana, suara co-pilot memberikan peringatan kepada kami untuk tetap di tempat duduk dan mengenakan sabuk pengaman, lalu tiba-tiba ...terdengar ledakan hebat disertai cahaya terang menyilaukan mataku, pesawat seperti menabrak sesuatu, dan dalam tempo yang seolah-olah diperlambat itu mataku terpejam tidak bisa melihat apa-apa dan telingaku tidak bisa mendengar apa-apa. Semua gelap, dan hitam. Aku pingsan.


...............

Yang aku ingat malam itu aku membuka mata dan tersadar sudah ada di ranjangku dirumah dan masih memakai baju yang sama ketika aku masih dalam pesawat, kubuka mataku dengan berat waktu itu kepala ku sakit sekali dan hampir tidak ingat apa-apa, ku berjalan keluar kamar dengan langkah gontai, suasana rumahku sepi, yang sempat kulihat jam dinding menunjukan pukul 8 malam, tidak ada sapa-sapa. Dan akhirnya aku menemukan bibi pembantu di kamarnya yang kemudian terkejut melihat ku ada dirumah. Dia memelukku dan memberi tahukan aku kalau bukankah pesawat yang dinaikin keluargaku dan harusnya juga aku, menabrak gunung siang tadi, dan dia merasa heran dengan keadaan ku saat itu, kemudian pelan dia menanyakan pada ku bagaimana bisa aku ada disini, siapa yang mengantar, bukannya aku berada di pesawat itu, aku terdiam, dan sejenak mengingat kembali yang sedang terjadi, lama, dan aku memang benar-benar tidak tau apa-apa dan tidak ingat apa-apa.
Kemudian pembantuku memberitahukanku bahwa kedua orang tuaku sudah tiada, aku diem, kemudian pingsan. bayangkan untuk anak seumuran ku harus kehilangan orang-orang yang paling disayangi. Selama bertahun-tahun aku menjadi orang yang bener-bener pendiem sampai sekarang. Begitulah kejadian yang aku tidak pernah ku mengerti sama sekali hingga saat ini.
Setelah kejadian itu aku kemudian diasuh oleh tulangku dijakarta, mendidikku dan menyekolahkanku hingga menginjak jenjang perkuliahan di kota Jogjakarta sekarang ini.
Tetapi seminggu yang lalu, berita duka kembali datang menghampiriku, teman dekat tulang menelpon dan memberitahukanku bahwa tulang telah meninggal, untuk itulah sekarang ku berada dijakarta saat ini. Kesedihan ku teramat dalam mengingat hanya tulang lah satu-satu keluarga yang aku miliki.
Dalam rangkaian acara pemakaman kemarin, aku hanya berdiam diri, tak sepatah pun yang keluar dari mulut ku, hingga tadi malam aku sempat bermimpi buruk tentang hari-hari ku selanjutnya, hari-hari dimana aku tidak memiliki siapa-siapa lagi.



BAB 2. Genesis (Kejadian)


7 maret 2007
Hoaammm....
Jam ditangan kananku menunjukan pukul 5:30 pagi, setelah menyelesaiin urusan administrasi bandara, aku duduk di ruang tunggu, cuaca pagi ini cukup cerah, penerbangan menuju jogja yang kelihatannya akan berjalan dengan lancar. Bersamaku disebelah kanan bangku ini beberapa tokoh yang pernah nongol di TV, seingatku, mereka adalah petinggi salah satu ormas islam di Indonesia, penerbangan ini masih satu jam lagi, dan aku memutuskan untuk memejamkan mata sejenak, karena saking kelelahannya tadi malam aku menemani pak benhard pembantu tulang beres-beres rumah.

• 06:30 AM
“Panggilan terakhir bagi para penumpang Garuda Indonesia tujuan Jogjakarta silahkan menaiki pesawat melalui gate 2”
Seketika aku tersentak dari tidur singkat itu, dan bergegas berlari menuju pesawat yang dimaksud, suasana seperti biasa dihari-hari senin biasanya, semua orang mondar-mandir sibuk dengan urusannya masing-masing, dan aku juga tidak mau ambil pusing dengan urusan ku sendiri, aku langsung mencari-cari tempat dudukku ketika memasuki badan pesawat itu sesuai dengan nomor chek in aku tadi, ahhh, aku merebahkan badan dan membuka jendela disebelah kanan ku.
Take off yang lancar, suasana hening kembali menyelimuti dalam pesawat, ada beberapa orang wartawan dibelakang yang sibuk menulis sesuatu, dan seorang bapak disebelah ku udah terlelap sejak pertama kali masuk pesawat tadi. Beberapa tokoh ternama di bangku paling depan sedang asyik membaca koran pagi ini.

• 07:35 AM
Dari mikropon jelas terdengar bahwa sang pilot mengingatkan kami untuk tetap tinggal di tempat duduk masing-masing dan mengencangkan sabuk pengaman, dengan cuaca cerah saat itu aku agak sedikit curiga ketika pesawat mengalami guncangan-guncangan yang menyebabkan bapak disebelah ku terbangun.
Pesawat terasa mulai meliuk untuk turun. Sebenarnya aku mempunyai trauma yang sangat dalam jika menaiki sebuah pesawat, seperti yang pernah ku ceritain di awal, aku bersama keluargaku pernah mengalami kecelakaan hebat, yang menewaskan seluruh keluarga, dan hampir aku sendiri.
Setiap naik pesawat aku selalu membayangkan hal yang tidak-tidak, selalu berpikir hal terburuk, makanya aku tidak pernah untuk mencoba tidur kalau sedang di dalam pesawat.
Guncangan-guncangan kembali terasa, terlebih ketika mendekati bandara adi sucipto jogjakarta. Perlahan ban pesawat menyentuh lantai landasan, kecepatan tetap tinggi, badan pesawat mulai bergoyang dan terdengar benturan keras. Seluruh penumpang berteriak dan panik, bapak disebelah ku mengucapkan kalimat-kalimat penenang jiwa kala itu, namun pesawat terus melaju, terasa sekali lagi benturan yang sangat keras, bahkan lebih keras dari ketika pertama kali menyentuh landasan, seperti gerakan slow motion kepanikan penumpang mulai terasa, aku lihat di jendela, pesawat mulai berjalan tidak wajar, dan terus melaju kencang, ada ledakan dalam pesawat membakar seluruh badan dari bapak disebelah ku dan hampir sebagian tangan kanan ku dan... semua teriakkkkk. Pandangan ku Hitam....

• Back to 06:30 AM
“panggilan terakhir bagi para penumpang Garuda Indonesia tujuan Jogjakarta silahkan menaiki pesawat melalui gate 2”
Seketika aku tersentak dari tidur singkat dengan mimpi aneh itu, badan ku basah karena berkeringat, aku panik, mimpi apa aku tadi?
Sebelum menuju pesawat itu, aku memutuskan untuk pergi ke toilet terlebih dahulu untuk membasuh muka, bergegas aku lari ke arah ruangan yang lumayan bersih itu, aku basuh seluruh wajah, dan membuka mata ku lebar-lebar, ketika ingin membasuh tangan, aku terkejut setengah mati, terlihat sepanjang jari kelingking hingga lengan kiriku memar dan terluka bakar, nyeri bukan kepalang ketika gak sengaja ku basuh dengan air dikeran itu, darah segar kemudian mengucur bersama air yang menyentuh tanganku, Oh Tuhan apa yang terjadi? Nyatakah semua ini?





BAB 3. Pertemuan Di Kereta




• 06:35AM
“Panggilan terakhir sekali lagi bagi para penumpang Garuda Indonesia tujuan Jogjakarta silahkan menaiki pesawat di gate 2”
Aku bingung setengah mati apa yang harus ku lakukan, aku takut untuk naik pesawat ini, bergegas aku lari keluar bandara itu, beberapa orang melihatku dengan pandangan aneh karena wajah ku menunjukan tampang orang panik dan bingung.
Setelah aku masuk Taxi, aku benahin baju hem abu-abu yang berantakan saat berlari keluar bandara tadi, aku usap pula keringat yang mengucur deras di wajah dan tubuhku yang ketakutan setengah mati.
“mau kemana mas?” tanya sang sopir sesuai tugasnya.
“ke stasiun kereta api pak” jawabku asal
“jakarta makin padet aja ya mas” kata dia membuka obrolan sambil melarikan mobil taxi itu ke stasiun kereta api. Di perjalanan aku termenung dan berusaha tidak mendengarkan obrolan sang sopir,
“emmmm pak?” kataku
“iya mas?...” kata dia
“mmm... pernah gak mengalami mimpi tentang masa depan?” sambil mengusap peluh di leherku mendekat ke bangku depan.
“makssuuud, maksud nya gimana tuh mas?” dia kebingungan.
“ya maksud nya, kita bermimpi tentang masa depan, kita bisa tau yang akan terjadi dengan masa depan” aku mencoba menjelaskan.
“wahhhh saya gak nangkep tuh mas, saya belum pernah mimpi kek gitu, memang nya kenapa mas?” dia berusaha ramah
“gak sih pak, tadi di bandara saya bermimpi, pesawat yang akan saya naiki jatuh pagi ini”
“trus? Itu Cuma mimpikan?” kata dia
“yaaaaa, iya pak, semoga saja cuman mimpi” aku memegangin tangan kiri ku dan kesakitan.
Suasana kembali hening
“ehhhmmm bisa idupin radionya gak pak? Sepi nih” kataku yang mulai merasakan bosan.
“iya mas..” kemudian berkumandang lagunya peterpan yang masa lalu tertinggalkan.
Lumayan menghibur hatiku, sambil membalas sms dari Malik yang ku suruh untuk tidak jadi menjemputku di bandara jogja sana.
Malik adalah teman sejatiku sejak pertama kali kenal saat ospek kampus, kebetulan kami satu kos, dengan jurusan yang sama, dia anak keturunan arab dan jawa, lengkap dengan rambut keriting dan berbadan besar, setiap dia berbicara logat jawa nya bakal keluar. Mungkin dia satu-satunya teman yang bisa akrab sama aku yang pendiam ini.
Tiba tiba lagu itu terpotong oleh suara penyiarnya.
“yuppp lagu darinya peterpan telah mengantarkan kita di pukul 7 lebih 45 menit, sekarang mari kita mendengar kabar terbaru yang disampaikan rekan saya novita, silahkan...”kata sang penyiar
“baik pendengar, pagi ini telah terjadi kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan GA 200 dari Jakarta tujuan Jogjakarta, pesawat terbakar setelah mendarat keras dan menghantam landasan.....” Terdengar agak samar dan lebih kecil, sang penyiar melaporkan live.
“Hahhhh Pakkk...bisa keraskan sedikit radionya” dengan panik aku menegur sopir itu dengan lantang yang kelihatannya gak dengerin berita itu karena padatnya lalu lintas saat itu.
“iya.... iya mas” dia mulai mendengarkan.
Aku dan sang sopir terkejut setengah mati, barusan saja ku bilang bahwa pesawat yang akan aku naiki akan jatuh, dan sekarang semua itu menjadi kenyataan. Aku menghela nafas panjang dan menyandarkan badanku di bangku belakang sambil menutup mukaku dengan kedua tangan. Si sopir kemudian menghentikan mobil itu.
“mas... baik-baik aja kan?” dia menyodorkan tissue dan air mineral.
“ghhhhh, ... iya pak, terima kasih” aku terbata-bata dan masih saja tidak percaya dengan semua yang terjadi.
Mobil kami kembali melaju, memang perjalanan dari Bandara menuju stasiun membutuhkan waktu yang agak lama.
“Jadi pak, semua itu bukan mimpi...” kata ku
“maksud mas? “dia kembali bingung dengan hal-hal yang ku bicarakan pagi ini.
“iya pak, bapak coba liat tangan saya ini” aku menyodorkan tangan kiri ku ke hadapan nya.
“iya luka bakar, lantas?”
“ya.. sebelumnya saya gak punya luka ini, setelah saya mengalami mimpi, atau mungkin kejadian nyata kecelakaan pesawat pagi ini, saya seperti kembali kemasa dimana saya masih duduk di ruang tunggu bandara tadi, itu lah yang menyebabkan saya lari keluar dari bandara, dan memutuskan untuk naik kereta, entahlah pak, itu semua seperti mimpi yang nyata” aku mencoba sekali lagi menjelaskan.
“saya masih kurang paham mas, maksudnya, mas bisa kembali kemasa sebelum kecelakaan itu, walaupun ngalamin luka bakar karena kecelakaan itu?”
“bener pak, jadi saya....” aku coba meyakinkan sopir itu dengan penjelasan panjang, juga bercerita tentang peristiwa lolosnya aku dari kecelakaan pesawat yang menewaskan keluargaku dulu.
“hmmm saya masih belum yakin mas, atau mungkin sebaiknya mas saya anter ke psikiater aja?” dia mencoba menawarkan jasa pertanda ketidakpercayaannya.
Aku mulai kecewa, tapi aku masih bingung, nyatakah semua ini, apa yang terjadi dengan diriku, lamunanku mengawang-awang, radio tadi berganti Lagu-lagu lagi membuat ku tertidur didalam Taxi yang terus melaju menuju stasiun.

Stasiun
“mas...mas...sudah nyampe mas” sang sopir berusaha membangunkan aku
“hahhh...” aku tersentak dari tidur “Terima kasih banyak pak”
aku membayar dan mengangkat tas ku masuk menuju stasiun, keramaian stasiun itu mengingatkan aku dengan suatu hal, tapi aku tidak ingat kapan, seperti de javu, ahh lupakan. Stasiun ini berisik sekali, kerumunan orang, lalu lalang tanpa menghiraukan satu sama lain dengan keperluannya masing-masing, dari sekian tampang-tampang orang, beberapa diantaranya ada yang seperti kriminil, aku cuma duduk di sebuah bangku panjang sebelah telpon umum. Disebelah telpon umum itu pula ada pemuda separuh baya membaca koran sambil berdiri dan sesekali dia melihat kekanan dan kekiri tingkah laku itu yang buat ku diam-diam memperhatikannya. Kereta tujuan jogjakarta adanya sore ini, jadi aku harus menunggu lama distasiun ini, tak apalah, sambil terus dengerin radio lewat HP, masih saja berita tentang kecelakaan pesawat itu disiarkan.
Tiba-tiba mataku mengikuti langkah seorang wanita muda melintas dihadapanku, dengan memakai jaket biru, dan membawa tas tangan disebelah kanan, dan membawa tas yang agak besar disebelah kirinya, manis juga sih, hehe, tapi tiba-tiba dia dibuntuti oleh pemuda mencurigakan disebelah telpon umum tadi, dan...dia merampas tas wanita itu dan berlari. Baru sadar yang terjadi aku berlari mengejarnya, dan beberapa orang disekitar ku, pemuda itu lari kenceng banget dan menghilang di luar stasiun...
“sial...” pekik ku dalam hati sambil berjalan masuk ke stasiun.
Aku diem bentar, seandainya aku tadi tidak bengong saja dan langsung mengejar pemuda itu. Aku pejamkan mata sekuat tenaga sambil mengejan dan....Pandangan jadi Hitam dimata ku.
.................

Tiba-tiba aku tersadar lagi ada dibangku saat sebelum kejadian tadi... disaat mata ku mengikuti langkah wanita muda yang melintas dihadapanku tadi, tapi kali ini aku palingkan ke arah pemuda separuh baya disebelah telpon umum dan langsung bangkit mengikutinya. Tiba-tiba pemuda itu merampas tas wanita tadi dan berlari. Seketika itu juga aku berlari dibelakangnya dan sekali lagi diikuti orang-orang yang melihat kejadian itu.
Beberapa meter dari stasiun aku berhasil menangkap pemuda itu yang tiba-tiba melayangkan tinjunya kemukaku, aku tersungkur, pemuda itu hampir kabur lagi namun datang orang-orang yang ikut ngejar dibelakangku dan mengeroyoknya, pemuda itu hampir tidak berbentuk lagi, aku bangkit dan menghentikan tindakan massa itu, petugas keamanan pun datang bersama wanita tadi, aku serahin tas itu dan ku suruh ngecek isinya.
“oke semua nya bubar, biar kita serahkan kepada yang berwenang semua ini” aku mempersilahkan seorang satpam stasiun satpam menggiring pemuda itu.
Luka memar dimuka sedikit membuat lebam pipi kiriku, gila hari ini banyak banget luka di badanku. Sambil berjalan lagi menuju kedalam stasiun.
“terima kasih ya mas...” kata seorang wanita dari belakang.
“ehggghh iya..” seketika aku palingkan badan ke arah suara itu kali ini aku bener-bener jelas melihat wajah cantiknya, tubuhnya pendek, menyerbakan aroma wangi yang luar biasa, matanya agak sipit, putih, senyum dengan lesung pipit sambil menjulurkan tangan nya ke arahku. Aku belum pernah liat wanita secantik ini, aku benerin sekali lagi posisi kacamataku, benar-benar cantik wanita ini.
“mas...” dia merasa bingung karna hanya dilihat seperti itu dan tangan nya didiamkan.
“ehhhh iya iya...sama-sama” aku menyambut tangan halus itu, lembut seperti sentuhan seorang ibu pada anaknya.
“Alya..” dia nyebutin nama dan menungguku menjawab.
“ehhh Fredi...” aku masih kikuk kalau dekat wanita secantik dia ini.
“oke deh saya dulu an ya mas...” dia berlalu.
“hhh, iya..eh tapi...” aku mau mengajak sekedar ngobrol, tapi aku diam seribu bahasa dan dia tetap berlalu begitu saja.
................

Penantian kereta yang panjang itu akhirnya berakhir dengan datangnya kereta tujuan jogja sore itu, suara gemuruh dan suasana pengap stasiun hampir membuatku gak bisa bernafas, aroma manusia bercampur aduk, aku udah berdiri diantara antrian panjang memasuki kereta itu.
Sesaat aku tertegun dan berpikir apa yang telah ku lakuin tadi? apa benar aku punya kemampuan untuk kembali ke masa lalu?? Apa ini semua jawaban kenapa aku selamat dari dua kali kecelakaan pesawat yang hampir aku alamin? Dari kecelakaan keluargaku, apa ini mimpi? Semua terlihat fiktif, tapi nyata bagiku, dan kejadian pencopetan barusan buktinya.
”huhhhhh” aku menghela nafas panjang
“aku takut dengan kemampuan yang aku punya”
Setelah sekian lama mencari kursi sesuai tiket, ku rebahkan badan lelahku dibangku yang kurang nyaman itu. Luka bakar di tangan kiri semakin sakit karna tersenggol beberapa orang yang gak sabar ingin segera naik tadi.
“ouh Tuhan sakit banget...” aku mulai bergumam, diluar jendela terlihat beberapa orang masih berdesakan untuk memasuki kereta ini.
“mmm...mas yang tadi ya...?” suara seorang wanita dari arah sebelah ku.
“hah?...” aku heran, wanita cantik bernama Alya tadi ternyata duduk di sebelahku, dia agak kesusahan ngangkat barangnya ketempat bagasi di atas.
“iya..iya, sini biar saya bantu mbak” aku bergegas membantu dia, aroma wangi tubuhnya seakan mengalahkan aroma manusia yang sedari tadi hampir membuat ku gila.
“Ke jogja juga toh?” kata dia sembari duduk dan aku persilahkan untuk didekat jendela.
“iya, mbak nya asli jogja?” kataku mencoba basa basi.
“iya mas....” dia tersenyum manis “tangan nya kenapa?”
“mhmmmhhh ini tadi aku... auhhh ” dia memegang tanganku dan memeriksanya.
Dia mengeluarkan perban dan obat dari tasnya, dibalutnya tanganku dengan cekatan, seakan sudah sering melakukannya.
“mbak dokter?” kataku
“mmmm...bukan, saya perawat mas, kebetulan saya perawat di JIH (Jogja International Hospital)”
“ouhh...pantesan...” aku senyum-senyum sendiri. entah kenapa dari kecil aku senang orang-orang dengan profesi seperti ini, banyak menolong orang.
Dia menanyakan tentang diriku, dan ku ceritakan bahwa aku sedang kuliah di jogja, dan sekarang lagi balik ke jakarta untuk menghadiri pemakam tulang, dari percakapan panjang itu aku tau bahwa dia adalah seorang anak yatim piatu, dia tinggal sendiri di kota jogja, dan semua keluarga nya yang tersisa ada di banten.
Setiap dia berbiacara, senyum kecilnya selalu terpancar, dan disaat itu pula aku mencuri pandang, membuat hati ku bergetar tidak karuan, sepanjang malam terus bercerita tidak ada habisnya, tak terasa kami semakin akrab, dan membuat janji untuk bertemu lagi sesampainya disana.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hubungan kami semakin melangkah lebih lanjut, aku merasa dialah wanita yang ditakdirkan Tuhan untukku.


BAB 4. Tanggal 3 Mei 2011



4 tahun kemudian
Aku duduk disebuah kafe kecil, memegang beberapa rangkaian bunga mawar berwarna putih, dan sebuah cincin di kantong jaket berwarna hitam yang ku kenakan. Karna udah 4 tahun aku menjalani hubungan dengan Alya, dengan persiapan jauh-jauh hari dan matang malam ini aku ingin melamar nya. Dihari tepat malam ulang tahunnya.
Malam begitu dingin menghembuskan angin menandakan akan hujan, suara petir terus menyambar-nyambar, jam ditangan kananku nunjukin pukul 18:45, belum juga ada tanda-tanda kedatangan Alya. Tadi pagi ku telpon dia dan membuat janji untuk bertemu dan membicarakan hal yang penting yang kucoba rahasiain malam ini di tempat ini tepat jam 7 malam, suasana hatiku campur aduk, cemas, gugup, dan bingung mempersiapin kata-kata untuk mengungkapkan ini semua.
Pukul 7:05 hujan pun mulai turun, aku semakin cemas, Alya belum muncul juga apa dia kehujanan, dasar wanita pasti dandan nya lama, pikirku, semoga baik-baik saja.
Satu jam berselang hujan turun semakin deras, aku mencoba menghubungi HP (HandPhone) nya dan mencoba menanyakan kenapa dia gak datang-datang juga, tapi...HP nya gak aktif. Aku tambah bingung, dan menunggu mpe akhirnya jam menunjukan pukul setengah 10 malam. Akhirnya ku mutusin untuk balik, ada apa dengan Alya, knapa dia gak ngaktifin HP nya, gak menguhubungiku kalo seandainya dia gak bisa dateng malam ini, didinginya malam aku berjalan menunggu Taxi menembus hujan yang semakin deras. Hujan yang menggigil seakan menambah kecewa ku malam ini, sesampainya ku di kos an ku tetep gak bisa juga menghubungi Alya.
..........................

Hoammm..
Hape berdering keras pagi itu dan menghenyak membangunkanku yang gak sadar ketiduran gitu aja tadi malem sepulangnya dari kafe tanpa ganti baju, aku liat layar di HPku, dari Lola, dia adalah seorang perawat temen kerja Alya,
“ya Haloo knapa La” aku ngangkat males-males an karna ku liat jam baru nunjukin pukul 04:37 pagi
“Fred..., hmmm...kamu dimana” suara dia dari seberang setengah terisak tangis dan histerik
“aku di kos La, kamu knapa???” tanya ku
“hhh...Alya, alya..kamu sebaiknya kesini dulu deh..hhhhh” dia berusaha menahan tangis
“Alya kenapa La? “aku panik
“Alya meninggal, tadi malem dia dirampok pas di depan ATM”
Hahhhh....
Aku diem dan HP ku terhempas gitu aja.....

...........
Dirumah sakit itu, tubuh Alya terbaring kaku, dengan darah dimana-mana, Aku, Lola, Malik dan temen-temen nya Alya melihat dari kejauhan dan menanggung sedih yang teramat sangat, terlebih aku, aku diem seribu bahasa. begitu yang aku lakuin sejak mendengar kabar tadi. Menurut para saksi Alya dibunuh tadi malam pukul 19:06, saat mengambil duit di ATM jalan kaliurang tiba-tiba beberapa orang menghampiri dan memaksa nya untuk menyerahkan seluruh uang yang ada di tabungannya, sopir taxi yang dia tumpangi sempat membela, namun keduanya tewas di tembak, Alya dan sang sopir Taxi.
Aku sekarang mendekat melihat jenazah Alya dari dekat, sedih gak tertahan kan lagi, air mata seorang lelaki mengalir deras di pipi ku,
“ya Tuhan, kenapa sekali lagi, Engkau memanggil Setiap orang yang sempat mengasihi Hamba??” aku berteriak dalam hati
“kenapa semua ini terjadi padaku ya Tuhan???” tangis ku menggema seisi ruangan sambil memegang tangan Kiri alya
“Dia wanita satu-satu nya yang hamba punya Engkau ambil pula”..........................

Malik memeluk ku untuk melipur kesedihanku
“udah fred, mungkin ini sudah jalanNya” bujuk dia
“nggak, aku gak terima, aku bisa perbaiki ini semua” kata ku berteriak...
“Aku harus kembali ke masa lalu, malam tadi...”
Aku pejamkan mata sekuat tenaga, dan memusatkan pikiran untuk kembali kemasa dimana Aku mulai berangkat ke kafe tadi malam, dah lama aku gak melakuin ini dan........

...............
Aku tersentak dengan aroma kamar kos, aku sekarang tengah berdiri didepan kaca lengkap dengan jaket berwarna hitam, tangan kananku memegang rangkaian bunga mawar putih, dan tangan kiriku memegang kotak cincin, persis seperti yang ku lakuin tadi malam. aku terdiam sejenak
“mo kemana kau fred???” suara Malik temen kos ku membangunin ku dari lamunan, malik adalah temen kerja ku di salah satu perusahaan teknisi jaringan komputer yang ada dijogja, malik adalah anak indo, bapak nya orang ambon, ibunya filipina, badan nya tinggi, dengan rambut kribo gak karuan.
“hhhhhh...sekarang jam berapa lik?”tanya ku
“hmmmm jam 6 kurang 5, mo kemana kau, belum jawab”
“hahhh, aku berhasil, aku udah kembali ke masa lalu” bisik ku dalem hati.
” ya udah makasih, doain aku ya, aku mo menyelametin nyawa seseorang” teriak ku dan bergegas keluar kamar.
“hah nyawa sapa???” dia bertanya gak ku hirauin.
“mo kemana mas??” sopir itu nanya,
Dikejadian sebelumnya aku menyuruh sopir taxi ini ke kafe di gejayan, tapi kali ini aku pengen mengubah semua
“mmmm ke ATM NISP di jalan kaliurang pak...” perintahku
“ouhh okeh deh mas”
Guntur mulai saling menyambar, angin kencang menghembus suasana sore di jogja waktu itu.
Sesampainya di jakal(jalan kaliurang).
“disini mas???” tanya sang sopir taxi
“iya, iya, kita tunggu disini ya pak...” kata ku Sambil melirik ke jam tangan nunjukin pukul 18:55, aku mencoba menghubungi Alya.
“haloo...”suara lembut dia diseberang telepon.
“kamu dimana?” aku sedikit berteriak karena hujan mulai turun sedikit demi sedikit mengahalangi suaraku.
“mmm ini aku lagi dijalan, abis ini mo ke ATM dulu, mungkin agak telat, kamu udah disana ya?”
“ehhh kamu jangan ke ATM...”aku berteriak
“hahh kenapa? Ni aku udah di jakal” kata dia heran.
Saat itu juga terlihat sebuah taxi biru singgah di depan ATM NISP, Taxi ku memang sengaja kami parkirin diseberang jalan, aku bergegas keluar dan menyeberang menjemput Alya yang mulai keluar taxi make payung mau masuk ke ATM,
“Alyaaa...” teriak ku, deras nya hujan mulai sedikit mengganggu, Alya menoleh kearahku dan menghampiri.
“kamu kenapa disini” mendekati ku yang dari tadi membiarkan badan ku dibasahin oleh hujan
“kamu ikut aku” aku tarik tangan nya dan menyeberang ke taxi ku tadi
“ada apa ini?? Kamu kenapa?”
“udah ikut aja...” aku paksa dia nurut dan masuk ke taxiku.
Aku peluk dia, sekuatnya, apa ini nyata, aku telah berhasil nyelametin Alya, Dia sekarang masih hidup.
“sayang...kamu kenapa? Aku mau ngambil duit dulu” dia merasakan keanehan ku.
“jangannnnnnnnnnnnnnn, Gak papa...” bisikku.
“Aku Cuma kangen sama kamu...jadi plis jangan kemana-mana dulu”
Dia tersenyum malu ”iya iya, ya udah...”
Lama kami berdiam di dalam taxi itu, tiba-tiba beberapa pemuda berperawakan seperti preman melintas Taxi biru di seberang sana, mungkin ini perampok yang pada kejadian sebelumnya merampok Alya. Mereka berlalu.
Aku berhasil, aku telah mengubah semuanya.
“hhh sayang aku mo ngambil bayar Taxi ku dan ngambil barang-barangku...” kata dia manja
“Jangann, udah aku aja...” kata ku menahannya, dan bergegas begitu aja keluar menyebrang ke Taxi biru itu tanpa make payung.
Hujan terus turun dengan derasnya, bahkan lebih kenceng dari sebelumnya, kali ini sekujur badan ku basah kuyup, dari atas mpe bawah, dari luar mpe dalem, setelah membayar taxi ku berusaha ngambil barang Alya di kursi belakang.
Ternyata tanpa sepengetahuan ku, Alya berusaha nyusul untuk memberi payung ke arah ku, sepintas ku lihat dia keluar dari Taxi diseberang sana, setelah ku mendapatkan barang yang dimaksud, ku liat Alya berusaha menyebrangi jalan yang sedikit rame itu, langkah nya kaku dan tiba-tiba aku tersentak.
Tanpa tidak disengaja sebuah mobil pick up putih menyambar tubuh Alya yang hendak nyebrang, payung nya terlempar jauh, aku hening..............
“Alyaaaaaaaaaa............” aku teriak dan lari ke arah nya. Mobil itu lari meninggalkan kami.
Tubuh lemah itu kini layu gak bergerak sama sekali, tangan nya dingin, aku mencoba mengangkatnya, sambil menangis sekuat tenaga, tapi tubuh nya lunglai, gak bernyawa.
“Huaaaaaaaaaa... Alyaaaaaaa.....” aku terisak-isak, Darah Alya terus mengalir dari kepala terus ke tangan ku dibasuh hujan yang semakin deras.
“aku gak terima... Harusnya dia gak keluar dari taxi.....” isak ku megangin tubuh dinginnya, sekali lagi aku pejamin mata, aku pusatkan konsentrasi buat kembali lagi ke masa lalu....dan semua hitam.
..................
“sayang...kamu kenapa? Aku mau ngambil duit dulu” suara dia membangunkan aku.
“Hahhhh???diamana aku?“ kata ku terbangun.
“kamu kenapa? Kok aneh banget, tadi kamu narik tangan ku ke taxi ini? Kenapa? Aku mau ngambil duit dulu ni” dia mencoba mengulang kata-katanya tadi.
“jangannnnnnnnnnnnnnn...” kata ku
“Aku Cuma kangen sama kamu...jadi plis jangan kemana-mana dulu” kata ku seperti kejadian sebelumnya
“aku berhasil lagi, kemampuan ini memang ada” aku berpikir sendiri, dan sekali lagi aku berhasil merubah semuanya.
”iya iya, ya udah...” Dia tersenyum malu
Sepeti kejadian sebelumnya juga kami berdiam di dalam taxi itu lama, tiba-tiba beberapa pemuda yang hendak merampok Alya melintas Taxi biru di seberang sana. Mereka berlalu juga seperti kejadian sebelumnya.
Aku berhasil, aku telah mengubah semuanya.
“hhh sayang aku mo bayar Taxi ku dan ngambil barang-barangku...” kata dia manja.
“Jangaaaaaaan....”aku meminta, sambil terus ku pegang kedua tangannya.
“Plis jangan kemana-mana, tetap ditaxi ini dan aku anter kamu pulang”
“Tapi tapi... taxinya? Belum ku bayar, Barang-barangku...” dia mencoba berontak.
“ah gak usah.. jalan pak....dan suruh sopir taxi biru diseberang sana untuk ngikutin” aku nyuruh sopir taxi untuk jalan nganter Alya Balik. Diperjalanan sepintas kami berpapasan dengan mobil Pick up putih yang pada kejadian sebelumnya menabrak Alya. Pengendaranya terlihat mabuk, aku perhatiin sejak mobil itu didepan sampe dia berlalu.
“kenapa???...” Alya menegur ku yang dari tadi memperhatiin mobil Pick up putih itu dengan serius “kamu kok malam ini aneh banget?? Cerita donk, ada apa??”
“udah ceritanya panjang, aku memasang wajah lega,...” aku mulai memeluk Alya sekali lagi, apakah aku telah menyelamatkan dia untuk kesekian kalinya??? Alya menyambut pelukan ku dengan hangat.
Sesampai dirumahnya, semua berjalan normal, dia pamitan untuk masuk kedalam rumah setelah membayar taxi dan mengambil barang-barang di taxi yang mengikuti kami.
“jaga diri kamu baik-baik ya???” kata ku sambil mengecup keningnya.
“iya iya...malam ini gak jadi kencannya ya??? Kamu juga utang buat nyeritain semua yang terjadi malam ini loh???”
“iya iya selamat malam sayang...” aku pamit dan berlalu.
Aku seneng semua berjalan baik-baik saja, dan normal, sangat normal. Di kos-kosan ku, malik sedari tadi nanyain aku, tentang perihal nyelametin nyawa orang yang aku teriakin sebelum berangkat tadi. Gak aku perduliin, dan ku tinggal tidur gitu aja.

...............
“fred... fredi bangun...” malik membangunin tidur ku.
“Hhhhhh.....” aku males-malesan,
“baru jam berapa ini...”
“jam 6, tapi kamu sebaik nya bangun, ada berita buat kau...” dia masang tampang serius, gak pernah dia seserius ini
“berita apa lik?...” aku bangkit secepatnya
“mmmm... masalah Alya” kata dia lagi
“Alya?? Kenapa Alya?” kali ini aku paksaiin untuk bener-bener bangun.
“hmmm kau yang sabar ya, Alya pagi ini meninggal dunia karena serangan jantung....”
Suasana hening.............
Aku diem,
Malik diem.....
.................................

Temen-temen Alya berkumpul di rumah kos nya, suasana kali itu bener-bener tenang, hening, aku dan malik masuk kedalam, aku pengen memastiin apa bener Alya...
Badan nya terkungkung kaku di kelilingi beberapa orang yang sedang membacakan ayat-ayat suci, aku memandang tertegun.
“yang sabar ya fred....” Lola mendekati ku.
“ya Tuhan... ini kah keputusan-Mu?? Benar-benar mengambilnya dariku???” bisik ku dalem hati, air mata terjatuh saat itu juga

..........................
Setelah pemakam itu aku menjadi bener-bener pendiam untuk kesekian kalinya. Aku hanya melamun dan melamun, kerjaan ku dikantor terlantar, begitu kehilangan nya aku,
“udah lah sob, kau jangan gini terus, biarin dia tenang, kau harus balik ke kehidupan kau yang dulu” malik berusaha membujuk ku.
“benar...aku harus balik kekehidupanku, di kehidupan ku yang gak pernah mengenal Alya, biar aku bisa melupainnya, kalo kemampuan ini punya ku, aku seharusnya gak disini”
Aku tarik nafas dalam-dalam, sambil memejamkan mata dan memusatkan konsentrasi, bayangan dan pandangan ku jadi hitam.... tersirat bayangan Alya, kenangan-kenanganku bersamanya, kehidupan-kehidupan yang aku lalui selama ini, dan tiba tiba nafasku sesak...dan kosong..............





5. Kembali Ke AwaL



“mas...mas...sudah nyampe mas” sang sopir berusaha membangunin aku
“hahhh...” aku tersentak dari tidur sesaat mata ku melihat sekeliling, cahaya matahari mencoba masuk kedalam kursi belakang sebuah taxi, dan seorang bapak yang menjadi sopir mencoba memperhatikan ku.
“hhhh bapak siapa? Saya dimana?” aku mencerca kebingungan.
“mmm mas tadi tidur pulas banget, jadi sekarang mas lagi ada di Taxi saya, dan sekarang dah nyampe stasiun mas....” kata dia mencoba menjelaskan.
“Hahhhh? Stasiunn? Sekarang tanggal berapa pak??” aku masih kebingungan.
“tanggal 7 maret 2007 mas...” kata dia, ”saya bantu mengeluarin barang nya ya mas” dia membuka bagasi belakang dan membukakan pintu buat ku.
Lama aku berpikir, 7 maret 2007?? Apakah aku udah kembali, kembali kemasa ini, tanggal 7 maret 2007, dihari dimana aku pernah mimpi mengalami kecelakaan, dihari dimana aku bertemu Alya, kenangan-kenanganku itu kembali mengingatkanku.
“Terima kasih banyak pak”
aku membayar dan mengangkat tasku masuk menuju stasiun, keramaian stasiun itu ngingetin ku akan kejadian 4 tahun lalu. Suasana stasiun dengan berisiknya, kerumunan orang, lalu lalang tanpa menghiraukan satu sama lain dengan keperluannya masing-masing, tampang-tampang orang yang beberapa diantaranya ada yang seperti kriminil, semua seperti kejadian 4 tahun lalu.
“aku berhasil sekali lagi, dengan kemampuan aneh ini kembali kemasa lalu”
aku duduk di bangku sebelah telpon umum. Disebelah telpon umum ada pemuda yang dulu sempat mencopet Alya. Sambil terus dengerin radio lewat HP kali ini aku diem aja.
Sesosok wanita yang lama aku kenal itu pun berlalu dihadapanku, Alya dengan memakai jaket biru, dan membawa tas tangan disebelah kanan, dan membawa tas yang agak besar disebelah kirinya. Aku cuman diam memperhatiin dia, sedikit isak mengingat yang pernah ku lakuin bersama dia.
tiba-tiba dia dibuntuti oleh pemuda yang akan mencopetnya dulu, dan benar...dia merampas tas Alya dan berlari. Beberapa orang disekitarku mencoba mengejarnya, aku cuman diem. Aku bener-bener gak mo ngelakuin hal-hal yang berhubungan dengan Alya, pencopet tadi lari kenceng banget dan menghilang di luar stasiun tanpa ada yang bisa mengejarnya...terlihat dari kejauhan Alya panik dan berbicara dengan seorang satpam. Aku berlalu meninggalkan semua itu ke tempat lain.
Kereta tujuan jogja sore itu akhirnya datang juga, suara gemuruh dan suasana pengap stasiun hampir membuat Aku gak bisa bernafas, aroma manusia bercampur aduk, aku udah berdiri diantara antrian panjang memasuki kereta itu.
Setelah sekian lama mencari kursi sesuai tiket, aku rebahkan badan lelahku dibangku yang kurang nyaman itu. Luka bakar di tangan kiri udah gak ada, itu yang sedari tadi aku heran sejak masuk kereta dan baru tersadar, harusnya aku punya luka bakar.
“mmm...mas permisi...” suara seorang wanita dari arah sebelah ku, aku tau itu Alya yang meminta jalan untuk lalu ke bangkunya disebelahku.
“hmmm iya silahkan” isak tangis ku gak tertahankan lagi. Aku beranjak dan berlalu mencari kursi ditempat lain.
“cukup, aku udah gak tahan jika harus melihat dia tanpa harus mengenalnya, mending aku berlalu. Dia adalah wanita yang aku sayangi tapi aku gak mau memilikinya... kenangan itu cukup sudah, setidaknya aku pernah memilikinya, di kehidupan yang lain.”
Aku duduk disebuah kursi disebelah jendela, laju kereta terus mengahantarkan aku ke lamunan akan kemampuan ku ini.
“hmmmmm tapi...apa semua ini Cuma mimpi saat aku tidur ditaxi tadi, apa semua tadi Cuma hayalan ku? lalu mana yang sebenarnya mimpi dan mana yang bener-bener kenyataan?”
“mmm mas nya kejogja juga ya???” seorang wanita separuh baya dengan rambut sebahu memakai jaket abu-abu dengan bross bunga mencoba menegur, dia tepat duduk disebelahku
“hmmmm iya....” aku diem dan memalingkan wajah keluar jendela.

~ The end ~



21 March 2009

Pria misterius jam 3 pagi

Hoammm....
JOGJA LAGI HOOTTTT...lebih hot dari julia perez, lebih panas dari pilem bokep....
panas nya naujubile....apa ini akibat dari pemansan global, atau bahasa jawa nya Global Warming ya, tapi mo global warming kek, global tipi kek, tapi sumpah siang ini panas banget, anak kos an gw skrg juga pada kayak ikan asin, gak pake baju telentang smua di kamar masing2.
oiya tadi malem ada kejadian misterius, ada Pria Misterius Mengendap-endap Buka Kamarnya Fahrul Jam 3 Pagi, atau untuk menjaga agar cerita ini tetep misterius, selanjutnya kita sebut aja PMMBKFJTP.
"eh fit, lo tau gak, td malam ada PMMBKFJTP, mencurigakan bgt"
"hah? beneran lo? jam brapa, mo maling gtu maksud lo?" gw mulai asumsi yg gak gak
"jam 3an gtu, Fahrul nya juga gak tau, pas buka kamar fahrul nya kebangun, trus PMMBKFJTP itu lari"
"kok gak teriak???" gw mikir
"tanya aja fahrul nya..." jeng jeng jeng jeng....
atas kabar itu, seisi kos mulai ribut, kos kami emang terkenal aman, gak pernah ada tindakan kriminal2, kecuali terakhir kejadian pemerkosaan tokek oleh fahrul, hehehe.
hmmm gw mulai hati2 dgn kejadian itu, gak bakal ninggalin kamar dgn keadaan terbuka, trus gak akan tidur sambil telanjang, takut ntar PMMBKFJTP dateng lagi trus memperkosa gw, hiiii atuttt
dulu banget pernah ada orang yang baru mo kos disini, tau2 di hari pertamanya, kamarnya di bobol, komputer nya ilang gak berjejak, kami wktu itu gak tau sama sekali, prasaan selama 4 tahun disni selalu aman2 aja, tapi entah lah, kudu waspada aja, karena kejahatan terjadi bukan karna niat pelakunya tapi karna adanya kesempatan, waspadalah waspadalah.....

17 March 2009

Dari Eksplorasi sampe Kangen Band?????

HOammmm....
kali pertama dalam hidup gw, kekampus jam setengah 7, mungkin biasa bagi org, tapi kl menurut gw, ini patut dicatet dalam buku rekor dunia, Cos I'm Not Morning Person!!!!, tapi terpaksa pagi tadi kekampus jam segitu karna dah janjian ma dosen dan beliau bisa nya jam segitu. hmm kemaren sebenernya gw dah ngadep, mo bimbingan skripsi, kira2 jam setengah 11 siang, pas ngadep, bapaknya ngomong
"hummm dek, gini ya, saya lagi kalut banget, dari pada km saya marah2 trus saya lempar pake gelas, mending besok pagi aja ya!!" suara agak tinggi dan bentak tepatnya.
"Hah????? iya iya pak" nyali gw ciut lg, dalem hati gw cuman bisa berharap Tuhan tu masih ada.hakakkakak
"besok pagi jam 7" kata dia lg.
haduhhhh...belum pernah nama nya gw k kmpus jam sgtu, kayaknya tukang parkir aja br bngun. hehehe, tapi kata temen2 gw, emang bakalan ketemu hal-hal gak terduga kl bimbingan ma dosen satu ini, ada yang pernah mo di lempar pake buku lah, di usir kayak ayam, di cuekin di ruangan, dsb.
bener aja, tadi pagi gw adalah org pertama yang ada di kampus, lama gw tunggu di depan ruang dosen akhirnya bapaknya dateng juga, gw disuruh nunggu. LAMA. ternyata lagi telponan ma orang, suaranya kenceng banget kalo ngomong, mungkin kedengeran mpe depan gerbang.
"yak masuk..." dia nyuruh gw..
"selamat pagi pak, jadi ....." begitu bimbingan gw dimulai, gak ada yang aneh pertama, masih membahas tentang eksplorasi
"jadi apa yang kamu tau tentang eksplorasi..." dia masang muka setengah sadar
"hmm jadi gini gini gini pak... gw jelasin yang gw tau.."
"trus kamu tau kangen Band gak?'' dia masih masang muka serius.
"hah??? pak???" gw masih gak sadar dengan apa yg gw denger.
"iya kangen Band..."
"tau, tau pak, Band yang gaya nya norak skill nya ga punya itu kan pak" gw senyum2 dengan pertanyaan aneh ini
"enak aja kamu.... ngomong orang gak punya skill, dia terkenal toh??" bapak itu sewot, seolah-olah gak terima Band kesayangannya di hina.
"hah??? iya iya pak, tapi emang lagu nya bagus..."
"Nah....itu Band bagus tau...!!!"
"iya pak,.." gw nunduk, diem seribu bahasa. bapak nya tadi sarapan apa ya, kok ngomong eksplorasi nyambungnnya ke kangen Band (apa yang terjadi????)
bimbingan pun berlanjut. Tapi sumpah gw bener2 heran dengan bapak satu ini, dari serius nanya2 mata kuliah, tiba-tiba nanya aneh, kayak nanya kangen Band, trus nanya gw tau Ebit G Ade gak? tau Ermi kulit gak? Ya Tuhan....
gw cerita ke temen2 mereka ngakak, dan besok2 kalo mo bimbingan ceritain lagi. hakakakak, kampus hari ini panas banget, gw memposting ini langsung dari kampus. sekian dulu, kalo sempet gw sambung lagi. salam kangen band!!

13 March 2009

ada lemari di bola matamu....

Hoammm...
"mas...tok tok" suara dari luar kamar ngetuk pintu gw
sambil make celana gw bergegas buka tu pintu
"heee iya ada apa dek???" ternyata yang ngetuk tadi anaknya ibu2 yang ngontrak di kontrakan depan kos gw, adek itu cewe, kira2 umur anak smp an
"hmmm sibuk gak mas? minta setelin gitar" dia mesem2
"haduhhh maaf, aq mau jalan dek" gw garuk2 idung "ntar malem ya..."
"yaudah deh mas"
untuk diketahui, ibu2 yang ngontrak depan kos gw ini rupanya tau gw bs maen gitar, soalnya tiap malem gw nyanyi2 kesetanan kayak alien kebakaran jenggot, dan suatu ketika pas ngobrol2 ma beliau, dia sempet minta gw jadi guru buat ngajarin anaknya, ntar di upah, nah lho, hohohoho sbner nya boleh jg tu, tapi males ah.
"hehehe nggak deh bu, saya masih agak sibuk (sibuk tidur)"gw cengengesan, hehehhe
huaaaaa...
tadi seharian rasa nya puas bgt jalan ma temen2 gw, kalo gak salah udah lama bgt gak kyk gini, sejak masing2 sibuk dengan skripsinya masing2, gw, Jarwo, Eko, Ari, Yuli.
"bijimana skripsi kalian?" salah satu nyeletuk
nah lho...
Gw: "kl gw masi kompre ni, masi jatuh bangun "
Eko: "kl gw masi mau maju pmbimbing2, tapi april pasti selesai sob, HARUSSS"
Yuli: "gw baru mulai maju pmbimbing 1, doain ya temen2.."
Jarwo :"hohohohoho diem lo smua, gw lagi pusing dah 2 bulan gak maju2 lagi ne..."
Ari : " uhuk uhuk" paling parah, niat ngerjain aja belom
intinya, persamaan kita semua dan memutuskan untuk jalan tadi, lagi stres dg skripsi masing2, dan sepakat gak bahas malasah itu lagi, hakakakakak.
mereka ini sobat gw sejak pertama kali masuk kampus, titip absen bareng, cabut bareng, nyontek tugas bareng2, ouh indah nya masa2 itu, tapi akhirnya sekarang belum lulus bareng, dimana yang laen dah pada kerja tapi genk gw yang satu ini masih pontang panting banting tulang, meras keringat, hiruk pikuk, tunggang langgang, gondal gandul(lho?), tetep berjuang sob,
lo harus grakkk, ouh temanku ayo maju..... (by slank)
dah ah, ngantuk.

Tak kenal maka tak sayang

hoaammmm
siang tadi gw duduk nunggu antrean di sebuah toko komputer di jalan colombo jogja, nugguin laptop gw yang katanya udah bener hari ini, oiya laptop gw kmren rusak, mati keyboardnya gak bisa dipencet2, gara2 nya sore itu gw lagi browshing n kebetulan sambil bikin susu coklat, sial nya gw lupa kalo laptop itu gak kedap aer, pas gw taro di meja kesenggol dikit, dan dengan manisnya mengguyur keybord laptop gw, bagussss...sekarang laptop rasa coklat siap disajikan hangat2 :)
udah 4 minggu lebih gw taro di toko ini tapi katanya barang nya belum dateng, haaa..., tapi tunggu dulu, ceritanya bukan itu, tadi pas lagi nunggu di bangku tunggu, gw (sambil ngupil) ngobrol gak penting ma temen gw ngebahas jelekan mana tukul arwana sama mandra, tiba2 seorang menghampiri gw, seorang cewe, cewe cakep, cakep banget.
" huaaaaaaaaaaaa ..." dia teriak semangat banget ke arah gw, seakan ketemu ma brad pit, trus cipika cipiki.
" haaahhh" gw mangap, nerima aja rejeki di cium cewe cakep.
"apa kabar lo? sekarang kerja dimana...?" cewe itu masi nyerocos sambil nyemburin jigong maut nya
"hah gw....???" gw liat temen gw, terlihat mangap dia lebih lebar dari gw, dia pasti heran, mana mungkin org kayak gw kenal ma cewe secakep ini
"ih sombong banget sih, gw dulu an ya..." dia berlalu gak perduli apa2.
"fit...(diem) sapa?" temen gw masi gak percaya
"gw jg gak tau wo, sapa ya..."
nah lho, dengan akrab nya tu cewe negor gw seakan-akan temen lamanya, tapi sumpah, sampe sekarang gw gak tau itu sapa, dulu pernah jg pas sma ada cewe tiba2 negor gw juga, manggil gw dengan nama bejo(iya Bejo, PARAH), dan sumpah mati gw gak kenal, nah loh, apakah wajah ganteng ini pasaran? ato memang gw mirip artis? (artis bokep)hakakakakka

06 March 2009

Tokek ku sayang Tokek ku malang @#%$%@$

HOammmmmm..
"eh fit, tokek dikamar lo masih ada gak?" temen gw siang itu nanya pas lg nongkrong di kantin kampus
"hooh masi ada, napa mang?" gw mikir dalam hati jangan2 ni org mo ngelamar tokek gw, lah trus ntar gw tdr ma sapa, hehe
"eh tau gak si, tokek tu ada yang nawar 1 jt per kilo nya??"
"hah yang bener lo? org sinting mana yang nawar sgtu?"
"eh di bilangin gak percaya, gw aja lagi nyari ni...."
wah pikiran gw kesana kemari, tokek2 di kamar, gw ternakin, trus beranak banyak, smakin banyak dan akhirnya gw punya peternakan tokek, di jual dgn harga 1 jt per kilo, beuhhhh trus di ekspor ke luar negri (masa gw tinggi2 kuliah di tambang malah jadi juragan, pengusaha ekspor impor tokek ah apa kata dunia)
"heh ngelamun apaan lo?" temen gw tiba tiba nepuk pundak gw "ada gak?? gw minta ya, ntar gw kasi komisi"
"beneran gak si lo, mang tu tokek buat apaan mpe di tawar 1 jt, masa harga tokek mengalahkan harga beras, boong lo ah"
"yeeyy di bilangin juga..."

....
sepulang ke kamar tadi, gw ngeliat tokek yang biasa pipis di rak buku gw lg lewat, mungkin abis nganterin anak nya sekolah, heheheh
tapi sekarang pandangan gw ngeliat dia beda, gw sekarang lg liat duit 1 jt jalan, hmmmm hajarrrrrr...
keplak gw getok kepalanya pake sapu, dia masi nempel, getok sekali lagi, masi nempel, gw getok ketiga kali nya akhirnya tewas terkapar, sedih jg, berulang kembali kenangan2 bersama, kenangan2 tdur bareng (nah loh)...
"halooo nyet, ni lo mau gak tokek gw, ni dah gw tangkep" langsung gw telpon temen gw td
"hah beneran lo? gimana nangkep nya?"kata dia diseberang telpon
"ni gw getok pake sapu, trus kayaknya mati sekarang..."gw polos
"hah mati? gw minta nya kan yang idup, bego lo"
"hah??? trus tokek ini gmn,jdi gak lo minta?"
"kalo mati gak lah, gw kan minta yang idup..."
*suara biola melantunkan melodi paling sedih sedunia, teringat kematian tokek gw*
huaaaaaaaaaaaaaaaa.....akhirnya gw lempar kasi makan kucing, hyeeekkkkk

27 February 2009

...misteri martabak...

hoammmmm....
masi kepikiran, tadi malem nongkrong di burjo ma anak2, lama-lama ngobrol, eh tiba2 ada satu yang ngomong
"ehh lo semua nya, gw punya tebakan ni ada study kasus (cieile)...."
study kasus:
1. ada 3 org anak muda, mereka mo beli martabak, menurut perkiraan harga martabak tu Rp 13.000
2. setelah perundingan, 3 org tadi ngumpulin duit 5000 per org, jadi total duit mereka Rp 15.000

3. Rp 13.000 buat martabak dan sisa nya Rp 2000 di beri buat pembantu yang di suruh beliin,
4. pas di tempat org jual martabak, ternyata harga nya cuman Rp 10.000, jdi ada sisa duit Rp 3000 kan, dan sama pembantu nya di balikin lagi ke 3 anak muda tadi. jadi masing masing dapet kembalian Rp 1000.

5. jadi kalo di total, masing2 anak muda tadi cuma ngeluarin duit Rp 5000-1000 = Rp 4000
6. jadi duit ke-3 anak, 3 x Rp 4000 = Rp 12.000
duit yang di kasih pembantu Rp 2000
jadi total semuanya Rp 12.000 + 2000 = Rp 14.000
padahal total awal nya Rp 15.000 kemana coba Rp 1000 nya??????

nah loh gw bingung pertama dgn pertanyaannya, kyak nya dulu pernah dapet prtanyaan kek gini, tp dah lama bgt, lama gw mikir, lamaaaaaaa dan akhirnya kepala gw berasap, dan meledak, gak nyampe, kok bisa ya, apa 1000 nya buat bayar parkir? ato 1000 nya di tilep ma sang pembantu? ato mang gak ada duit 1000 tu? apakah tetap menjadi mistery??? kepikiran mpe skrng, smpe2 td tu kami praktekin beneran, jadi gw ma anak2 ngumpulin duit 5000 per org, dan beli martabak beneran yang harga 10.000 (terbukti kurang kerjaan) tapi tetep kok ilang 1000 nya? gw searching di google, ada beberapa pertnyaan sama, dan komentar2 basi, tpi tetep mereka njelasin caranya dan gak juga gw ngerti, ato emang gue yang DODOL. huaaahhhhhh


18 February 2009

Lelaki Tua


Lelaki tua itu lalu bicara padaku...
nak aku dulu seperti mu, kulitku masih belum tua dan layu
semangat ku membara uratku sekuat kamu
nafasnya tersengal sesekali, batuknya taktertahankan...
apa yang bapak harapkan dari aku?
ia menjawab dengan senyum, lalu memukul pundakku
tidak ada jawabnya, dia hanya ingin semangat nya dulu ada pada ku
setua ini ia terus mengayuh becak reyotnya
dan sedari dulu tetap seperti ini...
lalu kenapa aku, tanyaku
karna kamu merugikan waktumu jawabnya
aku bergumam sementara dia menyeruput kopi pahit dihadapan
ikut aku berkeliling jawabnya
ditariknya tangan ku yang asik memilih gorengan
kemana??
kau akan tau nanti setelah kau naik
becak itu dilarikan bersamaku didalamnya
dia mulai tersengal, biar aku saja kek yang mengayuh, usulku
nanti pulangnya saja...
diberhentikan becak itu di tepi jalan, pemandangan sawah kanan kiri
ini dulu sawahku, setiap hari aku bergulat disini, jelasnya
lalu apa yang terjadi? heranku
nak, dia membakar satu linting rokok
hidup itu selalu berputar, katanya lagi
dulu sawah ku dimana-mana, tanah ku tak terhingga
istriku selalu memujaku... semua karna semangat ku sejak kecil,
teman teman selalu ada disekitar membelaku
aku memulainya dari awal dan menikmatinya.
tiba-tiba Tuhan mengambil semuanya kerna ku tak dekat dengannya
sekarang....
kekayaan apalah artinya, dia mengambil hartaku, tanahku,
istriku meninggalkanku, teman-temanku tak memandangku
tersisa umur ini dan becak tua ini sambungnya lagi
tak sadar dijatuhkan nya sedikit air mata masa lalu
terus berusaha dalam hidup, jangan jauh dari-Nya....
selama perjalanan kembali matanya terpejam dalam becak yang kali ini aku kayuh
ouhh pikir ku, banyak sudah yang dilalui lelaki tua renta ini, dan harusnya adalah pembelajaran bagiku...


...............................................................................................................................

16 February 2009

the Riddle II

ada apa dengan dia, begitu marah, begitu jengah...
disini dan masih tetap disini hanya mampu melihat nya dari kejauhan
apa yang terjadi... sampai kapan pun aku tak akan pernah bisa tau
dududududu kunyanyikan sebuah lagu buat ku sendiri dan orang-orang disekitarku...
riang gembira malam ini mencerminkan perduliku...
muak sudah dengan padamnya hati, muak sudah dengan diam nya suasana...
takut sudah dibuatnya, tapi kenapa masih melihatnya dari jauh, dan hanya mampu mlihatnya....

sudahlah. itu dia

salah

hoammm....
hidup itu macem2 masalahnya ya.... hari ini begitu salah, oh my God, ada yang aneh dengan hari ini. Pertama pagi ini masalah kampus bgitu menyudutkan gw seakan-akan menjadi seorang mahasiswa paling goblok sedunia (itu kata dosen gw coba, makan ati dapet nya arggghhhhh)
"tenang fitrach, itu uji mental kok" temen2 tadi mbujuk gw.
huaaa
tadi, kayak nya ada yang salah juga, masa gw jalan ma dia, Bodoh, dah ah, yang penting makan2.
pokoknya hari ini berjalan tidak pada mestinya, hal-hal yang tidak sesuai terjadi....termenung lama gw mikirin nya tadi dan.....
nah loh pas gw nulis ini, tokek segede lengan bayi lagi lewat dengan santainya, seolah-olah kamar gw adalah terminal dan rak buku gw adalah wc umum bagi dia, dengan santai nya berak disitu, SIAL...

du du du du du

hoammmm
gw pngn nulis, tapi bingung nulis apaan, hari ini begitu keruh, mumet arghhhh....mo gw tulis sebuah lagu, tapi gak jadi2, mati ide, hmmm gw liat buku kusam yang biasa gw tulis buat nulis lagu. ni buku keramat bgt menurut gw, sejak awal gw nulis ide2 disini, trus gak sengaja terbuka halaman pertama, lagu pertama yang acak kadul gw tulis, norak, gak mutu, tapi itu lah pembelajaran, lagu itu gw kasi judul "perpisahan" ditulis tepat dihari gw perpisahan pas smp, waktu itu gw bru bisa megang gitar, br bisa maenin beberapa lagu, tp udah berani bikin lgu sndiri, hakakak, gw inget waktu itu kata-katanya banyak di ambil dari bukunya amir hamzah, beuhh penyair terbaik yang dimiliki indonesia, buku itu kebetulan, ehmm, adalah hasil colongan dari perpus SMP, upsss... hakakakakak,
"udah colong aja" kata gusti temen gw waktu itu.
kebetulan buku nya agak kecil sekali genggam masukin kantong udah gak keliatan. Tapi kata bener kata orang, uang panas ilang nya juga cepet, begitu juga buku panas, ilang nya cepet, gw cuma bisa nikmatin buku itu 2 hari, setelah itu ilang ntah kemana.
hahahha...udah ah gw laper. Abis.

22 January 2009

the riddle

apa ini….aku dan sepekat jati diri ini
tentang segumpalan daging yang kubawa kesana kemari
ia beku, dan tak lagi bernyanyi
seperti orang gila tertawa sekuat tenaga, namun menangis selepasnya
masalahnya apa? bukannya terlihat baik-baik saja…
tentu kata puan pagi, masalahmu adalah tujuan ini
tersandar akan kata-kata bisu, tersambit oleh ocehan kelu
hanya tidak tau lagi kemana kamu berdiri…
hidup harusnya kedepan, jangan kembali dan berulang lagi
perbaiki dulu gumpalan-gumpalanmu lalu kenali tuanmu…
begitu seterusnya jiwa ini bicara, tanpa maksud hanya terberai sekali makna

19 January 2009

gak penting

Hoammmm...
wahhkkkk kamar gue hari ini berantakan gak keruan rimbanya, pas masuk kamar tadi gue menghela nafas panjang, banyak barang yang tidak pada tempatnya, ada gelas di atas tilam, ada buku di atas dispenser, ada gitar dalam lemari, kertas berserakan di depan tipi, ada sapi tidur di kursi (idiot ni yang punya kamar, gak la), udah lama rasa nya gak terpikirkan untuk membersihkannya, tadi malem sibuk bikin revisi skripsi mpe begadang hingga larut malam(red: dikutip dari lagunya bang Oma) dan pagi tadi langsung cabut gitu aja jadi gak sempet mberesin,...
"Gila ni kamar lu ya fit??" kebetulan td dengan pedenya ngajak temen buat singgah bentar ke kos gw,
"hehehe...sayangnya sih iya..." sambil garuk2 kepala gw senyum-senyum sendiri..begini lah nasib anak rantau kata gw coba menjelasin biar dia ngerti penderitaan gw selama jauh dari orang tua, dengan mnggunain kata-kata yang menyedihkan dia akhirnya terharu dan kita berdua nangis bareng (hahahaha berlebihan)
pikir gw sih ntar pan bakal berantakan lagi kl di bersihin sekarang, ntar dah abis akhir pekan,
"yey.. skalian aja lu gak makan, gak mandi, kan ntar laper, n bau lagi.."
"ah bawel.." dengan naluri pembantu gw mulai memberesin kamar.

26 December 2008

26 januari (precognition)




Hoammm…
pagi itu bangun seperti biasa?
panas menyengat mengurung dalam kamar sempit kos waktu itu,
“ouhhh my God, gue telat, temen-temen bakal marah ne” pikir gue…
gue liat jam di atas tv udah nunjukin pukul 9:30, harus nya pagi ini ada janji ma temen2 mo ke ketep, bergegas gue lari ke kamar mandi, tapi gak seperti biasanya, kosan sepi, sepi banget malah, suasana agak gelap, aneh, dan janggal, gue liat ke atas matahari tertutupi setengah nya oleh bayangan hitam, gerhana matahari cincin, gue gak jadi mandi dan kembali kekamar, gue liat hape, 26 januari 2009, 2 message received,
“thanks cung ucapannya…sory baru balas” from cui
“iya makasih ya nak, semoga kita semua diberi kesehatan sekeluarga” from Papa
“hahhhh????” hari apa iniiii????” gue tertegun dan bingung setengah mati,
perasaan gue tadi malam tidur pulas di malam natal yang sepi dan hikmat..tapi kenapa sekarang terbangun dihari dimana Bokap n cui ulang tahun, 26 januari 2009, aneh nya lagi, gerhana matahari…
“ouhhh Tuhan…” gue pegangin kepala yang bener-bener sakit sekali lagi hari ini… sambil terduduk didepan pintu, dada gue gak karuan karna sesuatu yang menyesakan.
“fit lu kenapa?” tiba-tiba temen kos gue nyamperin.
“nggak, nggak knapa2″
“gak liat gerhana nya, bagus kali ya…”
“uhhhhhh….” gue rebahkan diri di kasur smbil ngidupin tipi, sebuah berita besar silih berganti disetiap chanel, membuat gue tambah takut dengan keadaan ini….sambil menelan beberapa obat, kepala gue mulai berat dan tenang…. its my second coming..

16 December 2008

Get married


….
hoammm..
Get Married?..No no no its not me, abang gue tepatnya, hmmm, malam tadi gue renungin bentar, kalo abang gue sudah married sekarang, dimana selisih gue ma dia 3 tahon, brati 3 taon lagi setidaknya gue ada diposisi dia, nikahin anak orang, uahhhh…that’s not a simple thing, tapi butuh persiapan yang matang…persiapan jauh-jauh hari, dari semua kebahagiaan ini, ada beberapa hal yang gue sangkalkan,
“kamu mesti pake baju ini ya…” kata nyokap sambil nenteng setelan baju khas jawa lengkap dengan blankon plus keris saktinya.
“loh loh apa apa an nih mah? mang kita orang jawa ya?” kata gue sedikit menolak.
“kamu tu piye toh? bocah ra nggenah…cepet pake” dia memaksa
gak knapa-knapa sih, tapi gue paling benci pake baju ginian, terakhir tu gue pake baju macam ini pas karnaval SMP kelas 3, baju yang menurut gue gak nyaman banget, buat gerak, buat bernafas (orang jawa kok ga kena asma kelamaan make itu ya?) dan juga buat ndeketin cewe, bayangin aja ndeketin cewe pake baju gini, ntar pasti ditanyain, maen ketoprak dimana mas?, ato gak, maaf wayang orang nya disebelah mana ya…
tapi demi abang gue, akhirnya dengan sukses gue dipaksa juga pake baju itu,
“kamu tuh ntar ndampingin abangmu…” kata nyokap lagi
“iya iya…” seperti kebo ditarik giginya gue ngikut aja.
selama ngikutin acara ini hayalan gue kemana-mana, mbayangin untung gue orang jawa, gimana seandainya kalo gue orang papua, dan pas acara kek gini disuruh pake koteka, gak kebayang toh, masuk angin atas bawah…hihihi.
pemikiran gue tentang acara pernikahan sekarang berubah, gue kira nikah tu dulu gampang, tinggal ngelamar, nikah, trus kawin, trus paginya keramas, hehe, tapi ternyata kudu ngelewatin acara-acara kek gini an juga, repot lahir bathin, apalagi kalo udah berkeluarganya ntar, lebih repot lagi…dah ah kejauhan gue mikirnya…TAMAT.

02 December 2008

mari bercerita



….duhai permaisuriku, kan kuletakan engkau ditempat yang terindah menemani aku menepis sendiriku bersamamu….demi waktu yang berlalu,
demi hasrat memanggilku, untuk mengungkapkan rasa cinta…endapkan sepi laraku, mohon singkirkan takutmu Abadilah rasa cinta, Slamanya….


baik pendengar itu dia tadi lagu lawas miliknya tiket dengan ‘abadilah’ mengantarkan kita di 50 menit lebihnya dari pukul sebelas malam ini, gak berasa kita udah sampe di ujung acara malam ini, semoga kehadiran gue disini bisa menghibur kawula muda semua, untuk beristirahat setelah seharian beraktifitas…ketemu lagi besok malam, Sallamm…
hehehehehe, gue mencoba mbuka blog ini dengan jadi penyiar radio, tapi kayak nya gak cocok ya, memang cocok nya hidup di air gue nih kata mbah primbon,(dasar kodok) ….ngemeng-ngemeng lagu lawas, lagu tiket yang ini udah lama banget kayak nya, mungkin kalian-kalian dah pada ga inget, tu lagu jamannya trend musik ska, trus gaya-gaya ska , pake baju lengan panjang trus di dobelin kaos lengan pendek, kaca mata warna-warni ala the fly, mmm apa lagi ya, ya itu dah gaya jadul pokoknya, pertama denger lagu tiket ini langsung seneng, pas dikasih kasetnya ma Tini (cewe smp dulu) mungkin langsung nyangkut ditelinga, ….
mari bercerita,…cerita masa SMP, apa yang terjadi jum’at 16 juni 2001? (that’s long time ago rite?) panitia mondar mandir ngurusin acara perpisahan waktu itu, ada yang pake baju daerah, ada yang pake baju pramuka, ada yang pake baju lengan panjang dobel lengan pendek, ada juga yang gak pake apa-apa gondal gandul (ntah sapa waktu itu, kurang kerjaan hehe), ruangan serbaguna riuh dengan para siswa yang histerik seperti anak kambing menanti ajal untuk disembelih, guru-guru duduk paling depan saling ngerumpi dan ntah ngobrolin berita hangat apa pada zaman itu,…

gue, sedari tadi megangin stick drum, ngumpulin getir-getir gugup setengah mati menjelang penampilan pertama dimuka umum, mampus gue kalo salah pukul ntar, kalo pas mo mukul simbal malah kepukul pantatnya anto kan repot, bukan bunyi malah sekalian baunya yang keluar, hehehe,..sebelah gue (sebagai drummer) yang kayak nya merasakan hal yang sama, Zia(gitar), anto(gitar), Yulia(Bass), Gusti(Keyboard), ini lah band pertama gue GAZA Y Band…
“hellowww?? r u ok guys?????” teriak rina (seolah-olah sang manager) menyemangati kami, yang lebih tepat nya malah nakutin.
“gakkkkkkkkk” jawab kami serempak.
memang gak bakalan mudah naik di atas panggung ntar, apalah kami ini, Band culun beranggotakan anak cupu, gak bisa apa-apa, namun dengan semangat 45 (kenapa ya orang sring ngomong ini knapa gak semngat 28, ato 36 gitu,agghhhh Gak penting!!) beraksi lah kami kala itu…seluruh malu gue tinggal dibelakang panggung, gue brasa jadi orang gila kehabisan obat blingsatan kaya setan, mata duitan, gak kebagian ketan, …gue gak perduli apa yang sedang terjadi…n dua lagu pun berakhir….dua suster dari rumah sakit jiwa menunggu gue didepan pintu.(heheheheheh)
gue kembali kebangku dibawah panggung
“gimana kami tadi?” kata gue nanyain ke temen yang dianggep pakar musik disekolahan ini.
“yah bagus… menarik, cuman lu kayak orang kesurupan” dia ngomong cuek
“settttaaannnn lu….”kata gue
begitulah awal karir bermusik gue waktu itu, halah hahahahahahaha….
acara penghujung pun dimulai, diiringi musik yang menyedihkan seperti kayak di ending-ending sinetron yang kala itu cerita nya sang pacar meninggal dunia gara-gara mabok keracunan, kebanyakan makan duren(sinetron yang aneh!!!) para siswa berkumpul dan mulai saling nangis karena ini saat nya berpisah.. gue merasa masa SMP ini sangat panjang, walopun gak ada hal yang spesial yang pernah gue lakuin, tapi 3 tahun disekolahan ini cukup berkesan…tiba tiba Aan meluk gue, disusul temen-temen yang laen,
“gue gak akan lupain lu sob,” kata mereka tertegun terhipnotis suasana
“iya gue juga” gue mencoba ikut nyebur ke suasana itu, air mata bercucuran…menetes pipi…ternyata ada yang motong bawang disebelah gue(kurang kerjaan….hehe becanda).

sebulan berselang…..

gue masuk SMA, yang kata orang SMA favorite dikota ini, dengan NEM (jadul banget tuh) yang memungkinkan gue masuk begitu saja tanpa syarat apapun, kecuali syarat masuk sekolah ini harus ganteng, mungkin gue udah gak ketrima, hahahahahah….gue kira semula masuk SMA ini adalah suatu kebanggaan, dan gak bakalan lagi ketemu ma temen-temen gue dulu, ternyata eh ternyata… satu per satu mereka nongol di sekolah itu,
“yeeeee sia-sia gue kemaren sedih perpisahan mpe meluk-meluk lu segala…”ternyata sebagian besar temen gue yang tersedu-sedu pas perpisahan SMP ketemu lagi pas SMA, DODOL…

25 November 2008

How are You???


08:44PM

Hoammmmmm

ehmmm…otak gue lagi butekkk selasa malam ini…keruh, tadi diomelin pas bimbingan skripsi, hehehe biasa, jadi dari tadi ini mempelajari hal-hal yang gak bisa gue jawab tadi, huhhhhh!!! okeh mari refreshing, gue ambil HP, pasang headset ditelinga, gue pencet aplikasi radio, searching chanel, berkumandang lagunya the beatles, yesterday, coba gue ketik sms, tapi ke sapa ya?, hmmmmmm, oiya gue pengen ngabsen sahabat-sahabat gue, msh jawab kah kalo gue message,…
gue : ehmmmm apa kabar, lg sbk apa an?
send to many(Tomo, Mevie, Lani, Gusti, Robi)
n berikut urutan yang mbalas sms gue:
gusti : blum, lg mgawe TA jw nah, Falu Tomo kypa kbrnya?
Tomo : ak wisuda desember pit, insyaAllah, hbs pendadaran, haur meurus persyaratan ai, km pang how’re u?
Robi : Alhamdulillah ape2 mawon mas,.. ni lg nggu hari ja pang, htngn dkter plg lmbt prtngahan des lahir…
Lani : nda lg berabah ja. hnyar bulik dr ptg rmbt hehe
Mevie : lg mid test om, ehehe om pank sibuk ngapA?
Falu : lagi santai ja nah…

oke guys keep contact dah,

17 November 2008

Messages...


Mon nov 17th 08
10:46 Am
+628134914xxxx (gak tau sapa)
+628529290xxxx (Gue)

2 new massages received
+628134914xxxx : hey bangun…
+628134914xxxx : fitraaahh
+628529290xxxx : hah? ni sp? kq tw gw br bgn
+628134914xxxx : hehehe yg pnting km bgn,n Qtggu skrg dJ-co mliboro mpe jm12, kl kdd q blk am hr ni.
+628529290xxxx : Hah? km sp?knp q hrs ksna
+628134914xxxx : udh, q tggu, c u…
gue diem n berpikir lama, coba gue kesana, ternyata ga ada yang gue kenal, gue liat jam, 12:02, hmmmm…
gue coba telpon tuh nomor
+628134914xxxx : “nomor yang anda tuju, tidak dapat dihubungi, mohon periksa kembali nomor tujuan anda”
damn!!

Back To d Past - Part II (Alasanku)


Time : 01:04 AM
Day : Saturday
Date : November 15th 2008
Hoaammm…
Gue coba tutup mata sekali lagi, juga ga bisa, badan gue gemetar hebat, dada kiri kembali sakit, keringat membasahin hampir seluruh badan, mata gue merah pucat… gue cari-cari obat yang biasa di taruh di bawah TV gak ada, gue korek-korek dibawah laci juga ga ada, Oh tuhan sekali lagi gue harus ngalamin hal ini, ouhggg akhirnya gue nemuin setablet obat yang biasa gue minum kalo lagi kek gini, setelah beberapa lama akhirnya badan gue bisa tenang lagi…kali ini coba gue tutup mata, dengan bantal agak tinggi… pikiran gue mengawang-awang kosong …. dan terlelap…

Kriiiiiiiiiiiiiinggggggggggggg…(05:30AM)
Huaahhhh.. gue tersentak dari tidur pulas gue…kepala sebelah kiri gue kayak tertusuk sebuah jarum, sakit nya bukan maen….badan gue gak stabil. Setelah ngeliat sekitar gue lebih tersentak lagi…oh tidakkkk jangan lagi…
Ini kamar gue dirumah, oh God, gue liat kalender kamar terpampang halaman untuk bulan mei 2003….aghhhhhhhhhhhhh, gue terdiam sekali lagi musti kayak gini, kembali kemasa lalu…. (pernah gue ceritain gue pernah mimpi kek gini sebelumnya, baca aja di blog yang judulnya back to july 2002)
Setelah termenung, gue mikir lama-lama bakalan jadi terbiasa kek gini, menikmati perjalanan waktu gue dan gue gak boleh panik kayak sebelum nya…
Setelah menebar senyum aneh ke orang rumah yang sibuk mondar-mandir seperti pagi-pagi sebelumnya, gue tanya nyokap didapur,
“mah ni tanggal berapa?”.
“mmmm… tanggal 3 kalo ga salah, knapa?” jawab dia ketus,
“gakk….” Gue bergegas mandi
Setelah lama berpikir apa yang dulu gue lakuin pada tanggal 3 mei 2003?….dan mesti gimana? Terusin nikmatin aja atau gue balik ke tahun 2008? Tapi gimana caranya?…. argghhh Bodo…gue mo maen-maen dulu..mei 2003? Berarti gue masih SMA kelas 2 akhir smester, kejadian-kejadian dulu apa ya?

Setelah meyakinkan diri kalo hari ini adalah sabtu, gue kenakan baju pramuka yang udah disiapin nyokap dikamar…dari tadi gue cuman diem, di ajak ngomong bokap juga diem aja, bingung musti gimana, takut merubah sejarah, halah…
Disekolah gue menuju kelas 2 ruang 4, di depan bangku ada Yayin, gofir, eni ama Boni
“hai?? Lani gimana? Udah baikan?” Eni menyerca gue dengan pertanyaan..
“Hahhh? Lani kenapa emang?” kata gue bingung.
“loh bukan nya dia tabrakan kemaren?” tambah Boni
“Hahhhh???” gue diem sejenak. nginget-inget lagi….oiya akhir april 2003, gue baru inget Lani sama etha tabrakan waktu kejadian itu gue kebetulan lewat abis pulang Latihan band n mbantuin dia, matanya masih bengkak sekarang ni berarti, Lani adalah temen paling deket ma gue, bakalan panjang kalo ngomongin nya, yang terpenting dia tu temen paling berharga dalam hidup gue.
“hari ini kok sepi yah?” tanya gue ke Yayin
“iya lah Lani ma Etha sakit, Mevie nyiapin acara Ultah nya ntar malem, tjoa ma vivit ikut mbantuin, ilang dah yang biasa pagi-pagi ngegosip hehehe…” kata dia
“hah mevie Ultah?” gue mengingat lebih dalam
“Fiittt…ntar malem bareng yah…” tiba-tiba fahrul menyentak lamunan gue. Gue kayak pernah ngalamin hal kek gini (yaeyalah….)
“hah?? Okeeeii”

Seharian itu di sekolah gue cuman diem dimeja gue
Mencoba nulis-nulis gak jelas,
“heh lu kenapa fit?” febri Coba ngagetin gue.
“hah???? Nggak”
“nulis apaan lu?” di ambilnya kertas gue tadi
“lagu lu ya?ayo kita rekaman lagi”
Tanpa sadar dari tadi gue nulisin lagu barunya sheila on 7 yang judulnya Alasanku (dialbum menentukan arah)…lagu yang memang lagi gue suka.
“eh jangan feb…”gue gak mau dia baca lagu yang seharusnya ada 5 tahun kedepan. Tapi dirampasnya dan dibawa kabur, setan tu anak dia lari ke kantin…
Hari itu gue bener-bener bingung musti gimana, ada perasaan takut yang luar biasa, apakah ini nyata atau cuman mimpi?
“eh mana kertas gue tadi feb???”sergap gue dia setelah kembalinya.
”hah? Oh iya lupa ilang fit dikantin”
“ahhh sial lu… bahaya tau”
“bahaya napa? Mana ada yang tau lah kalo itu lu yang nulis” kata dia seenaknya
“bukan itu maksud gue setan, itu lagu dari….” gue diem dan gue tau mereka gak ada yang bakalan percaya. Kayak nya yang akan terjadi, terjadilah pikir gue.

Malam itu anak-anak ngumpul dirumah gue, bareng-bareng mo ke acara ultah nya mevie, sebelumnya ke rumah Lani dulu, dia nitipin kado, di acara yang menurut gue terlalu menghambur-hamburkan uang itu, gue cuman diem dipojokan sambil nikmatin sate ayam 5 tusuk plus sirup berwarna merah,
“hey sendirian?” tiba-tiba seseorang manggil gue
“hah? Iya “ sambil memalingkan wajah gue kearah suara itu, hughhh
“duduk ya?” ucap dia santai
“hooh, iya silahkan, bukan rumah ku juga kok, hehe”gue membuka suasana.
“apa kabar?”kata dia
“uhmmm baik, sangat…oiya kamu juga hari ini ulang tahun kan?, selamat ya”
“ohh Thanks, masih inget, oiya ini buat kamu”…
“loh apa ni, kamu yang ulang tahun, kok aq yg dikasih kado”
“gak buat kenang-kenangan aja” dia nyerahin gulungan kertas agak panjang.
“apan nih?” gue buka, sbuah sektsa gambar dua orang cowo n cewe lagi pegangan tangan.
“itu gambar yang ditaruh di mading dulu!”
“ohh thank” gue gak ngerti dia ngomong tentang apaan, tapi gue terima aja.
“dan ini lagu kmu ya? Tadi febri ngasih ke aku” tiba-tiba dia ngeluarin secarik kertas
“ohhh itu… itu bukan lagu ku, bisa ku minta balik? Tadi febri ngarampas n dibawa lari gitu!!!”
“trus lagu sapa? nih” kata dia pasrah dan sedikit bingung
“mmmhhhhh…..” gue gak bisa njelasin
Percakapan dan pergumulan kami malam itu bener-bener pernah gue alamin sebelumnya cuman kali ini ada hal kecil yang gue ubah, hehehe
Malam yang tenang, gue coba pejamkan mata setelah baliknya ke rumah.

Kringgggggggggggggg (05:01)
Gue buka mata, tanpa berdosa gue liat disebelah gue berbaring seorang wanita, itu nyokap, tapi agak mudaan, Hahhhhhh????
Gue bangkit, gue ngaca, gue diem, gue boker dicelana…hehehe, gak lah… badan gue begitu kecil, untuk turun dari ranjang pun gue musti lewat meja dulu, rambut gue ponian, bulet, saking ga percaya nya, gue pengen nangis, sekenceng2nya, dan tiba-tiba disaat itu pula gue nangis beneran,…
“kamu knapa?” kata nyokap terbangun…
“huaaaaaaaaaa huks hukssssss” gue tetep nangis sekenceng nya
“knapa nak?” nyokap merayu gue
“sekarang tanggal berapa mah?”
“tanggal 3 sayang, knapa? Kamu kok nangis”
“tahun brapa mah?” kata gue terus nangis gak karuan.
“hmmmm sekarang tu tanggal 3 mei 1993, km kok nanyain tanggalan sih?”
“haah?? Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”
“knapa de? Sakit ya” Kata bokap
Gue tetep nangis, apalagi sejak tau kalo ini tahun 1993, Sinting!!!….
“ya udah kamu gak usah sekolah aja hari ini, baru kelas 2 ni gak papa lah” kata nyokap
“hah? Kelas 2?”gue dipapah nyokap ke ranjang, untuk tiduran lagi, dan disuruh minum obat, ntah apaan. Setengah jam setelah itu gue tidur…….

Kriiiiiiiiiiiiiiingggggggggggggggg (10:45)
“haahhhhhhh ……” gue tersentak.
Gue liat sekeliling, gue ambil HP dan liat tanggal nya nov 17th 2008, damn!!!! Masa gue tidur selama dua hari, yang lebih mengagetkan lagi, tergeletak gulungan kertas, yang setelah gue buka sketsa gambar dua orang lagi pegangan tangan
“Oh Tuhan dalam hati….” ni gambar kalo gak salah ilang sejak dia kasih ke gue dulu.
Gue liat ada pesan di HP

(2 message received)
~ to be continued ~

11 November 2008

Coretan dari masa lalu


Hoaaammmm
Lama ya gak nulis blog, n mati ide mo nulis apaan, mau masukin cerita tentang mimpi aneh2 lagi males, n pasti mbosenin, oiya kemaren pas balik kerumah waktu lebaran kemaren, gue coba bongkar-bongkar buku-buku waktu masih SMP, kalo diitung-itung itu udah 8-9 tahun yang lalu, gila pikir gue, kok masih ada ya, hahahahaha, gue bolak balik beberapa buku catetan, yang dibelakang nya pasti ada coretan n gambar-gambar gak jelas, kebiasaan dari kecil, setiap buku catetan gue gak ada yang rapinya, dibagian belakang pasti dah gue tulisin ma lagu-lagu ciptaan khayalan gue ato gak gambar-gambar seorang superhero ato gambar pemain bola lagi nyetak gol (yang kalo diliat bener-bener mungkin lebih tepatnya bisa dibilang mirip orang mo bersenggama).
And gue nemuin buku bahasa indonesia dengan nama gue n kelas gue III-D bersampul ijo, hummmm gue ngakak ngeliat isi nya, dihalaman pertama ada sebuah drama sederhana, setelah gue inget-inget, itu drama kecil, tugas dari guru…(aduh lupa nama beliau) n dadakan, pokoknya kelas dibagi menjadi beberapa kelompok, n membuat drama kecil, lalu dipentaskan setelah jam istirahat (kebetulan pelajaran b. Indo kepotong jam istirahat) dan seperti kutukan dari Tuhan, kelompok gue musti maju pertama. Dengan ide cepat gue, dan dukungan(lebih tepatnya pemerasan otak) oleh temen2, gue tulis lah drama ini dengan inspirasi dari beberapa sinetron yang setiap malem nyokap gue tonton, hehehehe, hmmm ngomong-ngomong sejak perpisahan SMP, gue gak pernah ketemu lagi ama temen-temen waktu maen bareng drama ini, kecuali hertin yang kebetulan juga satu SMA.
Kemana ya lu semua, Siti Komariyah (Yayah), Sandi Apriandi (Sandi), Bona Simanjuntak (Bona) Agus Rahman(Agus), Siti Syalwa(Syalwa) genk cupu kelas gue waktu itu, kalo mereka baca, pasti ketawa inget pas ngelakonin drama paling gak bermutu sedunia ini, hakakakak, tapi sekedar hiburan gue tulis lagi tu drama aneh, tulisan orang yang juga aneh, di hari yang aneh, hehehehehhe, enjoy

Beduk Ramadhan

Para pemain :
Fitrach Sebagai Pak Umar
Yayah Sebagai Bu Umar
Bona Sebagai Joko (Adik Pertama Pak Umar)
Hertin Sebagai Yuni (Adik Kedua Pak Umar)
Sandi Sebagai Salim (Adik Ketiga Pak Umar)
Agus Sebagai Pak RT
Narator Siti Syalwa

Setelah dua hari bapak dari keempat anak ini meninggal dunia, yaitu tanngal 25 Ramadhan lalu, terjadi pembagian warisan tanah seluas delapan hektar kepada anak-anaknya yang akan dibacakan di rumah Pak Umar oleh ketua RT setempat.
Bu Umar :“Mas Mereka kok belum datang ya?”
Pak Umar :”Sabarlah bu, nanti juga dateng” (sambil membaca koran)
Kemudian datanglah Joko dan Salim
Salim :“Assalamualaikum….”
Pak Umar :“Waalaikumsalam, nah bu itu mereka datang!!”
Salim :“Wah… rumah Mas Umar gede juga ya”
Joko :“Iya dong, Mas Umar kan banyak uangnya, sedang kita ini….kere!!”
Pak Umar :“Bu, tolong cepat panggilkan Yuni didalam”
Bu Umar :“Iya mas, Yun… Yuni!” (berteriak masuk kedalam rumah)
Pak Umar :“Joko, mana Pak RT nya?
Joko :“Mungkin sebentar lagi datang mas…”
Tiba-tiba terdengar suara Pak RT dari depan
Pak RT :“Assalamualaikum…”
Pak Umar, Joko, Salim serempak “Waalaikumsalam”
Pak RT :“Bagaimana puasanya…?”
Salim :“Lancar-lancar aja pak Cuma batal dua kali”
Joko :“ yeeyyy itu sih nggak lancar namanya”
Sambil berjalan keruang keluarga Yuni dan Bu Umar membawakan minuman.
Yuni :“Silahkan diminum pak”
Pak RT :“Terima Kasih, baiklah kita mulai acaranya”
Setelah beberapa jam dibacakan surat waris diketahui bahwa keluarga Umar mendapatkan tanah seluas 4 hektar, kemudian Joko dan Salim masing-masing mendapat 2 hektar, sedang yuni di beri uang sebesar lima juta, setelah usai Joko dan Salim pulang
Joko :“wahh sial, kok aku Cuma dapat dua hektar ya!”
Salim :“benar mas, padahalkan kita anak kesayangan.”
Joko :“Kita harus buat perhitungan”
Salim :“Bagaimana Kalau malam ini kita ubah patokan tanah itu??”
Joko :“Benar, encer juga otakmu kali ini setelah makan sahur nanti kita berkumpul disini, okee?”
Salim :“ Oke mas…”
Pada waktu makan sahur pak Umar, Bu Umar dan Yuni makan bersama-sama, seperti biasa Yuni bertugas menyiapkan hidangan, tetapi pada saat Yuni mengantar minuman untuk pak Umar dia terjatuh, dan…
Bu Umar :“Aduh Kamu ini kerja gak becus, sudah makan gratis, tidur gratis, sekolah gratis, dasar goblok!!!”
Pak Umar :“ Sudah lah bu…kasihankan dia..”
Yuni :“Maaf Mbak, mas, saya tidak sengaja tersandung”
Bu Umar :“ Argghhh Dasar!!#@#$%!”
Yuni berlari menuju kamarnya dengan menangis tersedu-sedu, kemudian keluar lagi membawa tas untuk pergi.
Pak Umar :“Mau kemana kamu yun…??”
Yuni :“mungkin saya tidak dibutuhkan lagi disini, merepotkan mas dan mbak” (sambil menangis sejadi-jadinya)
Bu Umar :“Ya… pergilah kau, pergi yang jauh….”
Pak Umar :“ bu…!!! jaga mulutmu”
Bu Umar :“Memang mas selalu membela dia”
Bu Umar pergi kedalam rumah sedang Yuni berlari keluar dari rumah itu. Di lain tempat terjadilah misi Joko dan Salim, sambil berjalan mengendap-endap…
Joko :“Salim … kamu duluan aja ya, aku takut disana gelap”
Salim :“Huhhh dasar badan gede kayak gentong, masih juga takut”
Joko :“Biarin dari pada kamu kecil tapi usil”
Salim :“udah … ayo kita laksanakan rencana kita…”
Joko :“baiklah….”
Lalu mereka memindahkan patokan tanah itu, 10 meter kearah dalam tanah milik pak Umar. Setelah misi itu selesai mereka pulang kerumah masing-masing, ketika Joko sampai dirumahnya ia mendapati Yuni duduk sambil menangis.
Joko :“Yuni..? kenapa Menangis, dan kenapa kamu ada disini??”
Yuni :“mereka mengusirku mas…”
Joko :“mereka siapa?”
Yuni :“Mas Umar dan Istrinya…”
Joko :“sungguh keterlaluan, sudah jangan menangis, kamu belum sahur kan, mari kita makan bersama, besok kita urus masalah ini”
Pada keesokan harinya, dengan rencana ingin melihat-lihat tanah yang diwariskan bapak nya tiba-tiba dia terkejut.
Pak Umar :“ loh loh loh..kok tanah ku makin sempit ya, Bu… Bu…”
Bu Umar :“ada apa toh pak”
Pak Umar :“tadikan aku mau melihat tanah ini untuk dijual buat lebaran besok e..e.. ternyata makin sempit”
Bu Umar :“Ouhhh aku tau, pasti kerjaan adik-adik mu yang ga terima dengan pembagian warisan ini mas…”
Pak Umar :“wah sialan betul mereka, kalau begitu kita kesana malam ini”
Kemudian mereka pulang, setelah buka buka puasa mereka menuju rumah Joko
Pak Umar :“Assalamualaikum…”(dengan nada marah)
Salim :“Waalaikumsalam…”(menjawab dengan agak ketakutan)
Bu Umar :“Mana mas Joko dan mbak Yuni mu?
Salim :“di…di…didalam….”
Pak Umar :“ Panggil cepaaaattttt!!!”
Salim :“Ba…baaikkk”
Dengan gugup Salim yang didatangi kakaknya berlari kedalam memanggil Joko dan Yuni
Joko :“ada apa ini mas?”
Pak Umar :“heii Joko, kenapa kamu berani membohongi mas mu dengan memindahkan patokan tanah itu???”
Joko :“sa..saya mana mungkin saya berani?”
Bu Umar :“argghhh kalau bukan kamu siapa lagi yang sirik dengan kami??”
Joko :“mana saya tau?…dan mbak, kenapa mengapa mbak tega mengusir Yuni dari Rumah mbak, sungguh keterlaluan…”
Bu Umar :“itu sih salah dia yang gak mau tinggal” (sinis)
Yuni :“bohong…!!!!”
Salim yang dari tadi hanya duduk berkipas-kipas hanya menonton dari kejauhan, dan tiba-tiba…
Pak RT :“Assalamualaikum…., ada apa ini kok kelihatannya sedang ribut”
Salim :“ada perang dunia ke empat pak”
Joko :“diam kau anak kecil”
Pak Umar :“begini pak, masalah tanah yang….”
Pak RT :“ya …ya.. saya tahu, dan saya tahu pelaku yang memindahkan patokan tanah itu”
Bu Umar :“siapa pak?”
Pak RT :“Joko dan Salim”
Joko :“ya.. saya mengaku, tapi masalah Yuni yang ditelantarkan keluarga mas Umar ini bagaimana Pak?”
Pak RT :“sudahlah…besok kan lebaran, lebih baik kita bermaafan saja”
Salim :“akhirnya perang berakhir…”
Pak Umar :“baiklah kita akhiri pertengkaran ini”
Bu Umar :“ nggakkkk!!!”
Pak Umar :“Bu….”(dengan nada membentak)
Bu Umar :“baiklah…”
Joko :“mari kita bermaaf-maafan”
Mereka pun akhirnya akur kembali dan bersama-sama merayakan lebaran dengan hikmad

~ The end ~

hakakakakakakakakkakakakakakakakakkakaka

Somewhere only we know


Hoaaammmmm…
Ehmmm… tebak gue sekarang ada dimana, hehehehe, seneng nya…
Lautan biru yang membentang didepan mata begitu mempesona bahkan mengalahkan konsentrasi makan jagung bakar ria di atas bukit ini, pantai senggigi dibawah sana memang indah… lumayan menghilangkan semua keluh kesah gue sekarang, pengen rasanya teriak sekenceng-kencengnya, tapi gue takut mbangunin bule-bule yang lagi berjemur dibawah sana n mengira ada kambing kejepit minta tolong… pelarian yang indah…
Sore ini cuaca memang lagi cerah, tumben, kata temen gue di mataram sekarang kalo sore hujan, tapi sekarang nggak, mungkin karena ada gue kali yak, hehehehe….

Mmmm sebetulnya dah dua kali gue ke pulau ini, sebelumnya 7 bulan yang lalu dengan kepentingan berbeda, ternyata sekali nginjakin kaki kesini, bakal balik lagi, itu gue sekarang….hehehehhe
“ balik yuk” temen gue membangunin gue dari lamunan sambil ngiler-ngiler seiring berhembus kencang nya angin ..
“hoooo… yuk, cari oleh-oleh dulu yaaa…besok kan gue balik,” pinta gue
“okei tentu…”
Motor yamaha mio biru plat DR itu melaju di sekitaran bukit menuju tengah kota mataram..
Gue paling seneng naek motor ini, santai,
“ eh apaan tuh” gue memberhentiin motor kami tepat di depan pameran kebudayaan di depan sebuah hotel ternama…”liat bentar yukk”
“ok deh terserah, kan situ tamu nya, heheheheheh”
Gue liat ada 2 orang lelaki telanjang dada lagi saling memukulkan sebuah pecut terbuat dari rotan, diiringin musik tradisional khas lombok…hmmm menarik.
Arghhh bencinya musti balik lagi kejogja…Fyuuuhhh

29 October 2008

~ whirling dance ~



GENDERANG JIWA TERTABUH
MUSIK IRASIONAL TERDENGAR
BUKAN TUBUHKU MENARI, HANYA KECIL HATI INI BERSITEGANG…
AKU MABUK DISINI, DIHATIKU HANYA NAMANYA
PIKIRANKU KOSONG DAN BERDEGUB KARENA JANTUNGNYA…
AKU INI KAMU, DAN TAK SUDIKAH KAMU JADI BAGIAN KU
ANGGUR ROTI DAN CAWAN SUCI…
MORPHINE, CANDU DAN PISAU INI…
MASIH BERSERAK DI LANTAI BERBATU,
BADANKU MENGGIGIL, BERGETAR HEBAT, BAIK-BAIKKAH AKU??
TERATUR ALIRAN DARAHKU NAMUN TERHENTI DIBILIK-BILIK JANTUNG INI…
ADAKAH AKU AKAN MATI?…
BERAT TERTEGUN SEBUAH NADI
LINGKARAN BERPUTAR YANG AKU BUAT HANYA UNTUK BISA DEKAT DENGANMU
TAK TERTAHANKAN, TAPI JUGA TAKKAN MAMPU KU KELUARKAN LAGI
KU HANYA MERINDU SEBUAH SATU, YANG HANYA MAMPU MENGGETARKAN…
DIBALIK TEMBOK HANYA BISA KU BENTURKAN, HUJAMAN-HUJAMAN MENYIKSA DAN TAKKAN PERNAH TERKELUARKAN…
KUHANYA SANGAT DAN SANGAT MENCINTAI, SEBUAH CINTA YANG TERDIAM
MATILAH SUARA INI TERDERA NYANYIAN BISING BUATAN MANUSIA LAINNYA
TAK APA AKU HANYA MERINDUMU….
AKU HIBA JAUH DARIMU….
SEBUAH TARIAN JIWA YANG SAMPAI KAPANPUN TAKKAN PERNAH AKU MENGERTI….